Berikut Infonya:

Apa yang jadi obrolan hangat hari ini di Twitter? Tak lain tak bukan adalah 'kebaikan SBY'. Banyak Tweeps yang mengabarkan keganjilan bila mengetik di google dengan kata kunci "kebaikan SBY", maka si mesin pencari akan bertanya,"Mungkin maksud Anda adalah keburukan SBY?"
Keanehan ini telah ramai dibicarakan sejak Minggu kemarin dan berlanjut hingga Senin (28/2/2011) ini. Google merekap jumlah kebaikan SBY ada di lebih 351 ribu artikel, namun pihaknya lebih merekomendasikan keburukan SBY yang hanya 58 ribu temuan.
Sejumlah Tweeps juga memention keanehan itu kepada orang dekat Presiden SBY, seperti ke akun @anasurbaningrum.
Ada juga yang menduga bahwa keganjilan itu tergantung pada browser yang digunakan. "chrome & firefox tahunya keburukan SBY; opera & safari tahunya kebaikan SBY," tulis seorang tweep.
Namun ada yang menduganya perbedaan itu akibat pemilihan setelan penelusuran google yang Anda pilih. Jika bahasa antarmuka dan bahasa penelusuran disetting ke bahasa Indonesia, maka akan keluar seperti di atas. Namun jika menggunakan bahasa Inggris akan tampil normal.
Ketika aku telusuri hal ini di google dengan kata yang sama akhirnya ada sedikit penjelasan,yang jelas nggak ada unsur kesengajaan karena google mesin pencarian otomatis. Hal itu seperti yang di utarakan oleh Pengamat telekomunikasi Budi Rahardjo,ini penyebabnya:
1. Ada banyak orang yang membuat artikel soal kebaikan SBY namun berisikan informasi lebih banyak tentang keburukan SBY pada tubuh artikel. Karena Google merupakan mesin pencari yang memanfaatkan jumlah kata kunci maka secara otomatis Google melakukan koreksi.
2. Kedua, banyak pihak yang menulis di judul atau paragraf awal di artikel yang diindeks di Google, memasang kata 'kebaikan SBY'. Namun, di halaman selanjutnya, komentar yang muncul atau tautan artikel mencantumkan banyak kata soal keburukan SBY.
3. Kemungkinan ketiga adalah pemasangan indeks dan kategori kata berupa ‘keburukan SBY’ pada artikel atau berita internet berisi kebaikan SBY. “Semua artikel di internet pada dasarnya mencantumkan indeks dan kategori. Karena itu, bisa jadi ketidaksesuaian pemasangan indeks dan kategori terhadap isi berita.”
lain lagi dengan pendapat politisi partai Demokrat Roy Suryo. Menurut Roy Suryo ada yang memainkan google sehingga bersikpa demikian.
Nah,gimana menurut hasil pencarian piranti sobat blogger sekalian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar