Sains dan Teknologi

Senin, 12 September 2011

Ketika RIM Lebih Memilih Malaysia

Keputusan RIM (Research In Motion),selaku produsen telepon pintar Blackberry dengan memilih Malaysia untuk membangun pabriknya tanpa memberikan alasan yang jelas kepada Indonesia dinilai pemerintah telah gagal dalam melobi investor asing. Padahal penjualan Blackberry di Indonesia mencapai 4 juta unit sedangkan Malaysia cuma 400 ribu unit.

Harusnya kan sebagai pengguna Blackberry terbanyak di Indonesia pihak RIM mau membangun pabriknya disini. Bukan justru sebaliknya. Bayangin aje banyaknya produk impor yang membanjiri pasar Indonesia ternyata tak di imbangi dengan membangun pabrik induknya. Berarti negara kita ini di anggap pake doang ( konsumerisme)......... nggak membangun pabrik produk2 IPTEK luar tersebut. Belum lagi tenaga kerja di Indonesia sangat murah dengan pengguna Blackberry-nya sangat banyak.

Mau Rame-rame ngambek nggak mau beli Blackberry........nggak ber Blackberry-an lagi,atau mungkin mau jual Blackberry mu??

Jelas bukan keputusan yg tepat pula......karena orang lain (Indonesia) akan bersikap sama dengan kita.......itu kalau dijual kembali ke asalnya. kan itu sama aje boikot
Kalau sudah seperti ini mau menyalahkan siapa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar