Amerika,Kembalikan Identitas Islamku!!
Seminggu setelah perayaan besar-besaran, terutama di Amerika, atas kematian Osama bin Laden, saatnya semua pihak mulai berpikir lebih jernih: Apakah dunia akan lebih aman setelah Osama dibunuh? Apakah Amerika mulai lebih ramah kepada warganya yang muslim? Sudah kah pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara yang berafiliasi dengannya dimana umat Islam berdomisili memberikan kebebasan atas hak dan kewajiban muslim terhadap syariat agamanya?
Pertanyaan mengenai masa depan dunia setelah Osama meninggal adalah pertanyaan semua orang saat ini. Dan, jawaban atas pertanyaan itu haruslah jelas, tidak abu-abu, agar kita bisa menakar kehidupan selanjutnya,sekali lagi tidak ada tawar menawar: bertambah baik atau buruk?
Sayangnya, jawaban yang bisa diberikan mungkin tidak akan sebaik yang kita inginkan. Dunia belum tentu akan bertambah baik, sepanjang akar dari masalah munculnya radikalisme dan terorisme tak terselesaikan.
Ketidakadilan dan ketimpangan pembangunan ekonomi global adalah dua soal yang menjadi penyebab munculnya kelompok radikal. Apabila kedua masalah ini masih berlangsung seperti saat ini, mudah untuk diperkirakan dunia belum akan aman.Bahkan yang ada kesemuan belaka. Keadilan semu!!!
Sepanjang Amerika masih menerapkan politik invasinya terhadap negara-negara kecil atau negara yang dianggap representasi dunia Islam, yang berseberangan dengannya dalam "perang melawan teroris global",mudah untuk meramalkan akan muncul kelompok penentangnya dan itu tak harus selalu Al Qaeda.
Bahkan otoritas keamanan Amerika sendiri meyakini hal ini. Seperti ditulis Huffingtonpost.com, pihak keamanan Amerika percaya kelompok-kelompok yang lebih kecil dan tak terkait langsung dengan Al Qaeda bisa menjadi ancaman keamanan negara itu saat ini.
Di Indonesia sendiri sudah terbukti adanya kelompok yang lebih kecil dan melakukan teror secara mandiri. Memang rangkaian serentetan teror bom yang terjadi di tanah air tidak lah seluruhnya terkait dengan jaringan Al Qaeda,itu hanyalah konsumsi media konvesional dalam membangun opini tentang Islam agar lebih buruk.
Dan yang lebih penting lagi adalah apakah Amerika masih akan menganggap warga negaranya sendiri yang beragama Islam sebagai warga yang patut dicurigai sebagai teroris, paling tidak simpatisan teroris, dan karenanya diperlakukan tidak sebagaimana mestinya? Bahkan berbau rasisme.
Sepuluh tahun lamanya, warga muslim Amerika menerima perlakuan seperti itu, maka tak heran seorang warga Amerika keturanan Palestina bernama Linda Sarsour menulis di Twitternya, seperti dikutip Huffingtonpost dari Associated Press: "Osama bin Laden sudah meninggal. Bagus, sekarang kembalikan identitas (Islam) saya."
Sarsour mewakili perasaan semua muslim Amerika yang selama ini terpaksa menyembunyikan identitasnya karena takut dicap teroris atau mendukung teroris.
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar. (QS. 25:52)
Merangkai kata dengan CINTA......dunia akan semakin berarti untuk diraih
Sumber : Inilah.com dengan sedikit penambahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar