Saat aku duduk santai di gode-gode (1) pinggiran jalan raya,dikejauhan sana – pertigaan jalan- aku lihat sosok yang nggak asing lagi buatku. Hmm……….baru pulang dari sekolah,pikirku. Lama pandanganku dikejauhan sana,hingga nggak terlihat lagi. Kemana perginya? Tanpa buang waktu aku bergegas ke pertigaan – matahari condong setegak tombak – Tapi begitu aku sampai di pertigaan – ditikungan jalan- tiba-tiba langsung berbalik arah –ke SD 3 Katobengke- sebelum jauh aku sempatkan memanggilnya. Nihil nggak ada sahutan meski menoleh sekalipun. Hmm……..kenapa ya ko` tiba-tiba pergi lihat aku?
Lama aku menatap kepergiannya hingga singgah di warung Lia sekaligus rumah di depan gerbang sekolah tersebut. Masih lama aku menatapnya meski nggak terlihat lagi. Aku termenung dipinggir jalan –tikungan jalan- di bawah teriknya matahari padahal ada pohon di dekatku. Aku seperti menunggu mikrolet atau ojek hingga ojek beberapa kali mampir malah orang yang kebetulan lewat
“ menunggu siapa?
“ Mmm……ee,Cuma berdiri saja”,gugup juga aku menjawabnya
Kembali aku memandang arah kepergiannya. Aku lihat disana Lia menengok ke arahku berdiri seperti memastikan apakah aku sudah pergi. Aneh
“Ko` aku dimatai-matai?” gumamku
Hampir 25 menit aku menunggu kemunculannya hingga akhirnya Tari menyeberang ke warung lainnya masih di gerbang sekolah. Berbincang dengan guru yang kebetulan lagi di warung. Karena sudah berjalan dengan teman nya sesama guru memasuki halaman sekolah. Akhirnya aku pulang dengan wajah murung dengan membesarkan jiwaku.
Ya Alloh……….aku memohon kepadaMU,beri aku0 kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi semua ini. Amin ya robbal`alamin
Catatan kaki:
(1)Gode-gode = bangku yang berlantaikan bilah bambu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar