Sains dan Teknologi

Jumat, 22 Oktober 2010

Cukup Alloh Bagiku

Saat aku duduk santai di gode-gode (1) pinggiran jalan raya,dikejauhan sana – pertigaan jalan- aku lihat sosok yang nggak asing lagi buatku. Hmm……….baru pulang dari sekolah,pikirku. Lama pandanganku dikejauhan sana,hingga nggak terlihat lagi. Kemana perginya? Tanpa buang waktu aku bergegas ke pertigaan – matahari condong setegak tombak – Tapi begitu aku sampai di pertigaan – ditikungan jalan- tiba-tiba langsung berbalik arah –ke SD 3 Katobengke- sebelum jauh aku sempatkan memanggilnya. Nihil nggak ada sahutan meski menoleh sekalipun. Hmm……..kenapa ya ko` tiba-tiba pergi lihat aku?

Lama aku menatap kepergiannya hingga singgah di warung Lia sekaligus rumah di depan gerbang sekolah tersebut. Masih lama aku menatapnya meski nggak terlihat lagi. Aku termenung dipinggir jalan –tikungan jalan- di bawah teriknya matahari padahal ada pohon di dekatku. Aku seperti menunggu mikrolet atau ojek hingga ojek beberapa kali mampir malah orang yang kebetulan lewat

“ menunggu siapa?

“ Mmm……ee,Cuma berdiri saja”,gugup juga aku menjawabnya

Kembali aku memandang arah kepergiannya. Aku lihat disana Lia menengok ke arahku berdiri seperti memastikan apakah aku sudah pergi. Aneh

“Ko` aku dimatai-matai?” gumamku

Hampir 25 menit aku menunggu kemunculannya hingga akhirnya Tari menyeberang ke warung lainnya masih di gerbang sekolah. Berbincang dengan guru yang kebetulan lagi di warung. Karena sudah berjalan dengan teman nya sesama guru memasuki halaman sekolah. Akhirnya aku pulang dengan wajah murung dengan membesarkan jiwaku.

Ya Alloh……….aku memohon kepadaMU,beri aku0 kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi semua ini. Amin ya robbal`alamin

Catatan kaki:

(1)Gode-gode = bangku yang berlantaikan bilah bambu

Selasa, 12 Oktober 2010

Indomie Mengandung Bahan Berbahaya?




Sebuah mie instan,indomie produksi PT. Indofood Makmur Tbk disita Petugas Departemen Kesehatan dan Makanan Taiwan dalam razia mendadak ke beberapa toko. Alasan mereka melakukan penyitaan,karena mi instan buatan Indofood tersebut mengandung dua bahan pengawet yang tidak diperkenankan untuk digunakan dalam makanan dan dilarang diperjualbelikan. Sehingga tidak lolos seleksi klasifikasi barang impor,yaitu bahan pengawet hydroxyl menthyl benzoate pada minyak dan benzoic acid pada bumbunya.

Katanya sih melalui tes Depkes Taiwan,kedua bahan pengawet tersebut dapat merusak kinerja liver,sakit maag,muntah,dan keracunan asidosis metabholik. Kepala administrasi bagian medicine food Wang Shu Fen menyatakan, hydroxy methyl benzoate biasanya dipakai untuk bahan kosmetik. Taiwan sendiri melarang memakai bahan pengawet ini di dalam makanan. Adapun benzoic acid dipakai untuk bahan pengawet makanan, tetapi dilarang dipakai di mi instan. Bahan pengawet ini jika dikonsumsi berkepanjangan akan merusak kinerja liver, sakit maag, muntah, dan keracunan asidosis metabolik.

Saat dihubungi Kompas.com, pihak Indofood Consumer Brand Product (ICBP) selaku produsen mi instan tersebut akan mengecek situasi di Taiwan terkait razia tersebut. Indofood tidak yakin mi yang terkena razia adalah produk yang diekspor resmi ke Taiwan karena selama ini perusahaan telah memenuhi aturan yang berlaku di sana.dan perlu penemuan kasus-kasus agar bisa dikeluarkan aturan yang jelas.


Kalau bahan pengawet benzoic acid digunakan pada makanan kenapa mesti dilarang penggunaannya pada mie instan? ANEH!!!!
Padahal di Eropa bahan pengawet jenis itu diperbolehkan kok. Pada prinsipnya,semua bahan-bahan kimia pada makanan memang bisa saja berakibat buruk bagi kesehatan manusia untuk jangka panjang. Tetapi perlu proses lama untuk membuktikannya dan perlu penemuan kasus-kasus agar bisa dikeluarkan aturan yang jelas.Karena selama ini hanya Negara-negara maju yang mampu melakukan demikian. Indonesia dalam hal ini BPOM cukup berkilat dengan mereka dalam menentukan aturan. Tetapi rasa-rasanya pihak Indofood yang merupakan produsen professional tidak akan gegabah melanggar aturan sebuah Negara ketika hendak mengekspor sebuah produk.

Sepertinya ada unsur persaingan bisnis yang tidak sehat,apalagi kalau bukan perang dagang. Di Taiwan makanan sehari-harinya mie instan yg tentu saja kebanyakan merek local. Indomie adalah satu-satunya International Superbrand yang dimiliki oleh Indonesia. Coba lihat di seluruh jazirah Timur Tengah,semua orang tau Indomie. Wallahu `alam bishowab.

Jumat, 08 Oktober 2010

JAT Bantah Wawancara Ghazali di TVONE


Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) membantah Alex dan Taufik Hidayat sebagai anggota apalagi pengurus

SIKAP JAT TERHADAP FITNAH KEJI

YANG MENGKAITKAN JAT DENGAN KASUS KRIMINAL

Berkaitan dengan upaya-upaya pembunuhan karakter dan pembusukan institusi Jama’ah Ansharut Tauhid melalui penggiringan oponi publik dengan pemberitaan segelintir media yang tidak lagi mengindahkan etika jurnalistik dan pendapat-pendapat orang-orang yang ‘mendadak’ menjadi pakar atau pengamat ‘terorisme’ serta ditambah lagi omongan ‘ngawur’ para mantan aktivis, maka perkenankanlah kami menyatakan beberapa hal berdasarkan fakta yang kami miliki:

Pertama, mengingatkan semua pihak dan lapisan masyarakat untuk mampu bersikap obyektif diatas landasan hati nurani serta kejujuran yang tersisa dalam menyimpulkan berbagai upaya pembentukan opini dari pihak – pihak yang memiliki kekuasaan dan sarana publikasi. Terutama segala hal yang terkait dengan rekayasa dan fitnah yang ditujukan kepada Islam dan kaum muslimin yakni upaya TERORISASI dan KRIMINALISASI Aktivis atau kelompok Islam.

Kedua, Jama’ah Ansharut Tauhid, sekali lagi dan untuk kesekian kalinya, menegaskan bahwa tidak ada sikap ataupun program JAT yang membenarkan apalagi melibatkan anggota atau lembaganya kepada hal-hal yang berbau kriminalisme. Justru kami membentuk laskar untuk memerangi hal-hal yang berbau kriminal dan menjadi penyakit dalam masyarakat.

Ketiga, Jama’ah Ansharut Tauhid berpegang teguh pada Al Qur-an dan As Sunnah selaras pemahaman Salafus Sholeh berserta kaidah – kaidah fiqhiyah yang kokoh sesuai mazhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Maka kami menolak dengan tegas tindakan kriminal yang dibungkus dengan istilah-istilah Syar’i.

Keempat, JAT memandang konsep Fa’i hanya berlaku di wilayah Perang dan Indonesia bukanlah wilayah Perang secara phisik. Indonesia adalah wilayah dakwah maka yang harus dilakukan adalah adu argumentasi / hujjah ‘perang’, nilai dan pemikiran.

Kelima, JAT tidak menganut konsep Khawarij melakukan pengkafiran kepada kaum muslimin yang bukan golongannya secara sembrono tanpa dasar kaedah ilmiyah yang benar dan juga tidak menganut konsep Murji’ah yang mendiamkan berbagai kemunkaran bahkan membenarkan kekafiran.

Keenam, oleh karena itu, kami juga sangat perlu membantah pemberitaan TV One yang mewawancarai Khairul Ghazali sebagai salah satu korban penangkapan Densus 88 dalam acara Telusur tanggal 4 Oktober 2010 jam 22.00 malam dan Kabar Petang pukul 19.00 pada tanggal 5 Oktober 2010. Dalam acara itu disebut bahwa Alex dan Taufik Hidayat yang mati tertembak polisi yang disebut tersangka pelaku perampokan CIMB Medan, adalah anggota bahkan pengurus JAT Wilayah SUMUT.

Maka dengan ini kami tegaskan, bahwa :

a. Alex dan Taufik Hidayat sama sekali bukan anggota apalagi pengurus JAT.

b. JAT tidak memiliki anggota apalagi struktur kepengurusan wilayah Sumatra Utara.

c. Pemahaman orang yang keliru tentang aplikasi Fa’i, yakni menghalalkan perampokan harta bukan dalam wilayah perang, siapapun orang yang menganut paham menyimpang ini, sama sekali bertolak belakang dengan pemahaman yang kami ajarkan dalam Jama’ah Ansharut Tauhid.

d. Mendesak pemerintah RI dan jajaran keamanannya beserta seluruh media massa untuk segera menghentikan segala bentuk rekayasa yang mendiskreditkan JAT melalui fitnah keji sebagai pelaku Teror dan Kriminal. Dimana secara umum, hal ini pasti akan menyudutkan Islam dan kaum Muslimin.

Demikianlah pernyataan sikap resmi kami ini, semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala menunjukkan kita jalan menuju kepada hal – hal yang diridhoiNya dan melindungi kaum muslimin serta bangsa ini pada umumnya agar tidak terjebak dan termakan oleh berbagai fitnah dan kebohongan publik yang dilakukan oleh segelintir orang-orang yang berambisi terus melakukan pembenaran terhadap kebodohan dan perilaku jahatnya kepada bangsa dan Negara ini .

Hasbunalloh wa ni’mal wakiil, Laa haula wa laa quwwata illa billah .

Maktab Imarah Markaziyyah JAT

Sukoharjo, 27 Syawwal 1431/ 6 Oktober 2010

Juru Bicara Utama

Abdul Rachim Ba’asyir

Sumber: hidayatullah.com