Sains dan Teknologi

Senin, 09 Mei 2011

Dapatkan segera Rp 200.000 dengan Hanya Mengklik Iklan Gambar ini





Amerika,Kembalikan Identitas Islamku!!





Seminggu setelah perayaan besar-besaran, terutama di Amerika, atas kematian Osama bin Laden, saatnya semua pihak mulai berpikir lebih jernih: Apakah dunia akan lebih aman setelah Osama dibunuh? Apakah Amerika mulai lebih ramah kepada warganya yang muslim? Sudah kah pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara yang berafiliasi dengannya dimana umat Islam berdomisili memberikan kebebasan atas hak dan kewajiban muslim terhadap syariat agamanya?

Pertanyaan mengenai masa depan dunia setelah Osama meninggal adalah pertanyaan semua orang saat ini. Dan, jawaban atas pertanyaan itu haruslah jelas, tidak abu-abu, agar kita bisa menakar kehidupan selanjutnya,sekali lagi tidak ada tawar menawar: bertambah baik atau buruk?

Sayangnya, jawaban yang bisa diberikan mungkin tidak akan sebaik yang kita inginkan. Dunia belum tentu akan bertambah baik, sepanjang akar dari masalah munculnya radikalisme dan terorisme tak terselesaikan.

Ketidakadilan dan ketimpangan pembangunan ekonomi global adalah dua soal yang menjadi penyebab munculnya kelompok radikal. Apabila kedua masalah ini masih berlangsung seperti saat ini, mudah untuk diperkirakan dunia belum akan aman.Bahkan yang ada kesemuan belaka. Keadilan semu!!!

Sepanjang Amerika masih menerapkan politik invasinya terhadap negara-negara kecil atau negara yang dianggap representasi dunia Islam, yang berseberangan dengannya dalam "perang melawan teroris global",mudah untuk meramalkan akan muncul kelompok penentangnya dan itu tak harus selalu Al Qaeda.

Bahkan otoritas keamanan Amerika sendiri meyakini hal ini. Seperti ditulis Huffingtonpost.com, pihak keamanan Amerika percaya kelompok-kelompok yang lebih kecil dan tak terkait langsung dengan Al Qaeda bisa menjadi ancaman keamanan negara itu saat ini.

Di Indonesia sendiri sudah terbukti adanya kelompok yang lebih kecil dan melakukan teror secara mandiri. Memang rangkaian serentetan teror bom yang terjadi di tanah air tidak lah seluruhnya terkait dengan jaringan Al Qaeda,itu hanyalah konsumsi media konvesional dalam membangun opini tentang Islam agar lebih buruk.

Dan yang lebih penting lagi adalah apakah Amerika masih akan menganggap warga negaranya sendiri yang beragama Islam sebagai warga yang patut dicurigai sebagai teroris, paling tidak simpatisan teroris, dan karenanya diperlakukan tidak sebagaimana mestinya? Bahkan berbau rasisme.

Sepuluh tahun lamanya, warga muslim Amerika menerima perlakuan seperti itu, maka tak heran seorang warga Amerika keturanan Palestina bernama Linda Sarsour menulis di Twitternya, seperti dikutip Huffingtonpost dari Associated Press: "Osama bin Laden sudah meninggal. Bagus, sekarang kembalikan identitas (Islam) saya."

Sarsour mewakili perasaan semua muslim Amerika yang selama ini terpaksa menyembunyikan identitasnya karena takut dicap teroris atau mendukung teroris.

Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar. (QS. 25:52)

Merangkai kata dengan CINTA......dunia akan semakin berarti untuk diraih

Sumber : Inilah.com dengan sedikit penambahan

Sabtu, 07 Mei 2011

Dapatkan segera Rp 200.000 dengan Hanya Mengklik Iklan Gambar ini



Kemampuan Menulis Wacana Deskripsi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan dinamika pembangunan nasional yang kian pesat menuntut adanya tenaga terampil dan professional sebagai modal utama dan mendasar. Di tengah-tengah pembicaraan mengenai sumber daya manusia yang berkualitas semakin marak dan menghambat,masyarakat kemudian mempertanyakan eksistensi dunia pendidikan sebagai lembaga penghasil sumber daya manusia. Sebagai lembaga penghasil sumber daya manusia disemua jenjang pendidikan formal,maka sudah seharusnya siswa menguasai dan dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan konteksnya. Penggunaan bahasa Indonesia seperti itu melalui keterampilan menulis.

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dimiliki oleh siswa menengah. Keterampilan menulis tersebut diperlukan untuk kepentingan siswa,baik dalam ujian akhir maupun untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pada jenjang sekolah yang lebih tinggi,kemampuan menulis diperlukan untuk membuat laporan,makalah,skripsi,juga untuk ujian akhir semester.

Adanya pemahaman bahwa keterampilan menulis itu penting untuk dikuasai,maka diperlukan usaha pembelajaran menulis yang terencana. Syafi ie (1998: 42) mengemukakan bahwa menulis adalah keterampilan yang dapat dipelajari. Orang yang mempunyai bakat menulis,tentu orang yang dapat menggunakan itu semua akan menjadi penulis yang baik. Orang yang tidak mempunyai bakat menulis tetapi mau belajar untuk menulis sungguh-sungguh serta mendapat kesempatan belajar dan berlatih,tentu akan dapat juga menjadi penulis.

Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) SMA (Depdiknas 2006) dijelaskan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia disajikan dalam tiga komponen yaitu: komponen pembahasan,pemahaman,dan penggunaan. Komponen kebahasan mencakup lafal,ejaan,dan tanda baca,struktur bahasa,kosa kata,alinea atau paragraph dan wacana yang lebih besar.

Merujuk pada uraian kurikulum 2006 di atas,peneliti tertarik memilih salah satu komponen keterampilan berbahasa yaitu menulis wacana khususnya wacana deskripsi yang merupakan bidang kajian dari keterampilan menulis. Dalam menulis deskripsi yang merupakan bidang kajian dari keterampilan menulis. Dalam menulis deskripsi mempunyai hubungan antara bentuk-bentuk tulisan (Retorika) yang lain,ia tidak pernah berdiri sendiri sebagai bentuk karangan yang bulat dan utuh.

SMA Negeri 3 Bau-Bau merupakan salah satu SMA di Kota Bau-Bau yang belum diketahui tingkat kemampuan menulis wacana deskripsi. Oleh karena itu,ada motivasi dan keinginan dari penulis untuk meneliti tentang kemampuan menulis wacana deskripsi khususnya pada kelas X1 di SMA Negeri 3 Bau-Bau.

B. Identifikasi

Berdasarkan latar belakang di atas maka identifikasi masalah tersebut yaitu kemampuan menulis merupakan hasil dari kemampuan berbahasa lainnya yakni kemampuan menyimak,berbicara dan membaca. Dalam menulis komponen tersebut menjadi dasar agar dapat menulis dengan baik. Komponen pemahaman mencakup gagasan,pendapat,pengalaman,pesan,dan perasaan yang dilukiskan atau ditulis,serta mengapresiasikan karya sastra Indonesia maupun terjemahan dan saduran. Komponen penggunaan mencakup aspek berbicara dan menulis yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan gagasan,pendapat,pengalaman,pesan dan perasaan. Oleh karena itu,mempelajari bahasa bukan hanya untuk memperoleh pemahaman mengenai bentuk kalimat yang yang bagaimana yang cocok dalam sebuah konteks tertentu.

C. Batasan Masalah

1. Kemampuan adalah kesanggupan atau kecakapan siswa kelas X1 SMA Negeri 3 Bau Bau menulis wacana deskripsi.

2. Menulis adalah keseluruhan kegiatan siswa kelas X1 SMA Negeri 3 Bau Bau menggunakan bahasa Indonesia tulis dalam mengungkapkan ide,pikiran,perasaan, atau pengalaman dalam bentuk karangan atau wacana deskripsi utuh.

3. Wacana adalah satuan bahasa yang terlengkap yang diwujudkan dalam bentuk karangan atau bacaan utuh.

4. Wacana deskripsi adalah suatu tulisan atau karangan yang menggambarkan sebuah objek tentang seseorang,tempat atau pemandangan secara terperinci,sistematis dan logis sehingga pembaca seakan-akan melihat,mendengar atau merasakan sendiri objek tersebut.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas,maka masalah dalam penelitian ini adalah :

“ Bagaimanakah kemampuan menulis wacana deskripsi siswa kelas X1 SMA Negeri 3 Bau Bau Tahun Pelajaran 2009?”

E. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis wacana deskripsi siswa kelas X1 Negeri 3 Bau Bau Tahun Pelajaran 2009.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Memberikan informasi aktual mengenai kemampuan siswa dalam menulis wacana deskripsi.

2. Sebagai bahan masukan bagi pengambil kebijakan dalam upaya meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah.

3. Sebagai bahan acuan bagi peneliti selanjutnya yang relevan dengan penelitian ini.

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Menulis Wacana Deskripsi

Deskripsi atau pemborian merupakan bentuk tulisan yang berkaitan dengan usaha para penulis untuk memberikan perincian-perincian dan objek yang dibicarakan. Kata deskripsi berasal dari kata latin “Describere” yang berarti menulis tentang atau membeberkan suatu hal. Sebaiknya kata deskripsi dapat diterjemahkan pomoria,yang berasal dari kata peri-memerikan yang berarti melukiskan sesuatu hal (koraf,1982: 93,Marwoto,1987: 26)

Pengertian menulis tentang sesuatu hal membeberkan sesuatu sebenarnya dapat pula berlaku bagi bentuk tulisan lainnya,yaitu eksposisi (pemaparan),argumentasi (pembuktian) dan narasi (pengisahan),namun sebagai salah satu dari ke empat tulisan itu,istilah deskripsi mengandung aspek-aspek yang jauh lebih kompleks disbanding dengan ketiga bentuk lainnya.

Koraf (1997: 135) mengatakan bahwa wacana deksripsi adalah suatu bentuk wacana deskripsi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan sejelas-jelasnya suatu objek sehingga itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca. Sedangkan menurut DjajaSudarma (2006: 11) mengatakan bahwa wacana deskripsi merupakan rangkaian tuturan yang memaparkan sesuatu atau melukiskan,baik berdasarkan pengalaman maupun pengetahuan penuturnya. Dalam menulis wacana deskripsi penulis memindahkan kesannya,memindahkan hasil pengamatan dan perasaannya kepada pembaca,menyampaikan sifat dan semua perincian-perincian wujud yang dapat ditemukan pada objek tersebut. Sasaran yang dicapai oleh penulis deskripsi adalah untuk menciptakan atau memungkinkan tercapainya daya khayal (imajinasi) pada pembaca,seolah-olah mereka melihat sendiri objek tadi secara keseluruhan seperti yang dialami secara fisik oleh penulisnya.

Dari uraian di atas,dapat dikemukakan bahwa menulis wacana deskripsi diartikan sebagai wacana yang dapat membangkitkan kesan atau improsi seseorang melalui uraian atau lukisan tertentu. Kesan tertentu itu berupa seseorang,tempat,suatu pemandangan dan serupa dengan itu. Jadi wacana deskripsi adalah suatu bentuk tulisan yang bertalian dengan objek yang sedang dibicarakan atau sedang memberikan penjelasan,dan rincian terstruktur dengan mengikuti model tata penglihatan berupa bentuk dan ruang (Dalam Ahmad,1999: 144).

B. Ciri-ciri Wacana Deskripsi

a. Ciri-ciri Khusus Wacana Deskripsi

Menurut Parera dan Tasai, (1995: 106) wacana deskripsi memiliki beberapa ciri sebagai berikut:

1. Tujuan yang memberi gambaran tentang keadaan suatu objek,biasanya berhubungan dengan perasaan.

2. Kata-kata yang digunakan menimbulkan perasaan yang diinginkan,keindahan,kecantikan,kemarahan,suasana gembira ria dan sebagainya.

3. Banyak menggunakan bahasa kajian atau bahasa figuratif dan pada bahasa yang paling luas.

b. Ciri-ciri umum Wacana Deskripsi

1. Dapat berupa rangkaian ujar secara lisan dan tulisan atau rangkaian tindak tutur

2. Mengungkapkan suatu hal (subjek)

3. Penyajiannya teratur,sistematis,kohoren,lengkap dengan situasi pendukungnya.

4. Memiliki satu kesatuan misi dalam rangkaian (Syamsudin dkk,1997: 10).

c. Jenis-jenis Wacana Deskripsi

a. Wacana deksripsi orang

Beberapa aspek yang layak di deksripsikan :

a) Keadaan baik

b) Deksripsi keadaan sekitar

c) Deskripsi watak atau langkah perbuatan

d) Deskripsi gagasan tokoh

b. Wacana Deskripsi Tempat

Dalam memilih cara yang paling baik untuk melukiskan tempat pertimbangan beberapa pokok persoalan untuk menyusun wacana deskripsi : (1) suasana hati,(2) bagian yang relevan,(3) urutan penyajian.

C. Teori-teori Wacana Deskripsi

a. Menurut Moeliono,dkk,(1998: 34) wacana adalah apa disebut rentetan kalimat yang berkaitan sehingga terbentuklah makna serasi diantara kalimat-kalimat itu.

b. Menurut Richard,dkk (1998: 84) wacana dikatakan pula sebagai salah satu istilah umum dalam contoh pemakaian bahasa,yakni bahasa yang dihasilkan oleh tindak komunikasi

c. Menurut Tarigan,dkk (1987: 27) wacana adalah suatu bahasa yang terlengkap dan tertinggi atau terbesar di atas kalimat atau khusus dengan koheverensi atau kohesi tinggi yang berkesinambungan.

d. Menurut Keraf (1997: 135) mengatakan bahwa wacana deskripsi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan sejelas-jelasnya suatu objek sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca.

e. Menurut Djajasudarma (2006: 11) mengatakan bahwa wacana deskripsi merupakan rangkaian tuturan yang memaparkan sesuatu atau melukiskan sesuatu,baik berdasarkan pengalaman maupun pengetahuan penuturnya.

BAB III

POPULASI DAN SAMPEL

A. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X1 SMA Negeri 3 Bau Bau yang terdaftar pada Tahun Pelajaran 2009. Data siswa kelas X1 SMA Negeri 3 Bau Bau Tahun Pelajaran 2009 berjumlah 36 orang.

Mengingat populasi penelitian ini hanya berjumlah 36 orang maka sebanyak 36 orang tersebut ditetapkan sebagai sampel penelitian atau menggunakan sampel total. Dengan demikian,penelitian termasuk penelitian terhadap sampel.

B. Tempat dan Waktu

Penelitian ini dilaksanakan pada kantor SMA Negeri 3 Bau Bau,Kabupaten Buton karena pelaksanaan administrasi pendidikan pada sekolah ini berpusat pada kantor SMA Negeri 3 Bau Bau yang ke-3 di Sultra. Lulusan SMA Negeri 3 Bau Bau dapat bersaing dengan SMA yang lain baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional. Pelaksanaan administrasi pendidikan sekolah ini dapat menjadi patokan pelaksanaan administrasi pendidikan di SMA lainnya,baik SMA negeri maupun SMA swasta.

Jumat, 06 Mei 2011

Dapatkan segera Rp 200.000 dengan Hanya Mengklik Iklan Gambar ini




Bimbingan Karir Dengan Sistem Paket

1. Pengantar

Dalam usaha memantapkan bimbingan di sekolah-sekolah berbagai usaha telah diselenggarakan para ahli kita terutama dalam mewujudkan peranan bimbingan yang lebih bermakna bagi anak didik. Konsep Bimbingan Karir dengan sistem paket atau modul pada awalnya dirancang dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip Bimbingan Karir,tugas-tugas perkembangan,prinsip-prinsip perkembangan anak yang dikembangkan oleh Pieget,dan berpegang dengan pendekatan “developmental”.

Maka dari itu pelaksanaan Bimbingan karir di sekolah hendaknya bukan hanya dilaksanakan di SMTA saja tetapi mulai sedini mungkin dengan perhatian dan perkembangan sikap,kemampuan dan kompetensi yang diperlukan di dalam pengambilan suatu keputusan,dan memilih alternatif,dimulai dari situasi sehari-hari sampai kepada pemilihan karir. Karena pemilihan karir yang akan diambil oleh seseorang bersangkut paut dengan karir membawa efek yang berpengaruh dan mendalam kepada kehidupan seseorang maka pendekatan segi “developmental” akan melibatkan anak dalam proses Bimbingan Karir sedini mungkin yaitu dari SD sampai SMTA.

Paket atau modul yang telah disusun dan dikembangkan itu menitikberatkan pada empat masalah pokok,yaitu:

(1) Pemahaman Diri

(2) Pemahaman Lingkungan

(3) Mengatasi Hambatan,dan

(4) Menentukan Masa Depan.

Bertolak dari empat masalah pokok tersebut kemudian dikembangkan lima paket atau modul untuk tingkat SMP dan SMA,yaitu:

(1) Paket I : Pemahaman Diri

(2) Paket II : Nilai-nilai

(3) Paket III : Pemahaman Lingkungan

(4) Paket IV : Hambatan dan Mengatasi Lingkungan

(5) Paket V : Merencanakan Masa Depan.

II. Peranan Guru Pembimbing Dalam Pelaksanaan Bimbingan Karir Dengan Sistem Paket

Guru pembimbing atau fasilitator berperan aktif dalam mengatur dan membimbing siswa agar segala kegiatan yang ditugaskan kepadanya dapat dilakukan atau dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Peranan guru pembimbing atau fasilitator dalam pengajaran Bimbingan Karir system paket,beberapa diantaranya:

1. Memberikan informasi secara singkat dan jelas tentang topik/subtopic yang dibicarakan dalam paket.

2. Mengatur pelaksanaan kegiatan yang diintruksikan dalam paket.

3. Mengawasi dan membimbing kegiatan siswa.

4. Memimpin dan mengawasi kegiatan diskusi kelompok.

5. Menyiapkan alat-alat yang diperlukan dalam segala bentuk kegiatan misalnya: Format lembaran kerja,buku-buku biografi orang berkarir,majalah,Koran-koran,kertas-kertas,gunting,buku-buku acuan,buku klasifikasi jabatan,buku penuntun jabatan,dan sebagainya.

6. Mengadakan pendekatan dengan instansi-instansi pemerintah/swasta dalam rangka mengadakan kegiatan observasi. Misalnya: mengirimkan surat permohonan kepada Rektor/Dekan berkenaan dengan para siswa mengadakan observasi ke perguruan tinggi.

7. Menyimpan hasil-hasil kegiatan atau laporan kegiatan siswa baik kelas maupun di luar kelas.

8. Dan peranan-peranan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Bimbingan Karir di kelas maupun di luar sekolah.

III. Materi Paket Bimbingan Belajar

Dari lima topik Bimbingan Karir tersebut dibagi lagi menjadi sub-sub topic. Sebagai bahan informasi materi pokok dari masing-masing topik dan sub topik Bimbingan Karir dengan system paket,diuraikan sebagai berikut:

1. Paket I : Pemahaman Diri

(a) Pengantar pemahaman diri

(b) Bakat,potensi,dan kemampuan

(c) Minat.

(d) Cita-cita atau gaya hidup.

2. Paket II : Nilai-nilai

Terdiri dari sub topik sebagai berikut:

(a) Nilai-nilai kehidupan.

(b) Saling mengenal dengan nilai orang lain.

(c) Pertentangan nilai-nilai dalam diri sendiri.

(d) Pertentangan nilai-nilai sendiri dengan orang lain.

(e) Nilai-nilai yang berlantai dengan kelompok atau masyarakat,dan

(f) Bertindak atas nilai-nilai sendiri.

3. Paket III : Pemahaman Lingkungan

Terdiri dari sub topik sebagai berikut:

(a) Informasi pendidikan.

(b) Kekayaan daerah dan pengembangannya.

(c) Informasi jabatan.

4. Paket IV : Hambatan dan Mengatasi Hambatan

Terdiri dari sub topik sebagai berikut,diantaranya:

(a) Faktor pribadi

(b) Faktor lingkungan.

(c) Manusia dan hambatan.

(d) Cara-cara mengatasi hambatan.

5. Paket V : Merencanakan Masa Depan

Terdiri dari beberapa sub topik,diantaranya:

(a) Menyusun informasi diri.

(b) Mengelola informasi diri.

(c) Mempertimbangkan alternative.

(d) Keputusan dan rencana.

(e) Merencanakan masa depan.

Kamis, 21 April 2011

Hati-Hati Adu Domba Terorisme

Pasca teror bom di masjid Mapolresta Cirebon, muncul isu susulan yang sangat tak terkendali di kalangan umat Islam. Ketidakbecusan pihak keamanan menangani teror pun membuat akar masalah dari maraknya teror bom di negeri ini menjadi bias tak tentu arah. Saling curiga antar sesama umat dan ormas Islam pun mulai muncul.

Kita prihatin dengan reaksi berlebihan dari tokoh Islam, apalagi ditujukan untuk sesama ormas Islam. Mungkin, ada hal yang melatarbelakangi munculnya pernyataan Ketua PBNU, Said Aqil Siradj di beberapa media massa yang meminta umat Islam mewaspadai yayasan-yayasan yang mendapat dana dari Arab. Karena menurutnya ada penyebaran teologi kekerasan dari kelompok-kelompok di Arab melalui yayasan tersebut.

Sumber: eramuslim.com

Sayangnya, Said Aqil tidak menyebut contoh yayasan yang biasa didanai Arab dan memang terbukti melakukan transformasi teologi kekerasan di Indonesia. Di sinilah akhirnya, tafsiran liar yang boleh jadi mengarah pada saling curiga antar sesama ormas Islam menjadi sulit dielakkan. Karena ucapan tersebut bersumber dari seorang ketua umum ormas besar di negeri ini dan mempunyai jaringan kepengurusan di seluruh Indonesia.

Mestinya yang menjadi perhatian dan kajian tokoh Islam dan ormas Islam saat ini adalah pada akar masalah: kenapa terorisme tumbuh subur di Indonesia dan tidak demikian di negeri lain seperti Malaysia, Brunei, dan Arab serta Mesir sekalipun. Terorisme yang terjadi di belahan negeri muslim lebih karena kondisi perang di negara tersebut, seperti Irak, Afghanistan, dan Palestina.

Di antara akar masalah tumbuh suburnya terorisme di negeri ini, antara lain, persoalan kemiskinan rakyat Indonesia yang mayoritas muslim, mahalnya biaya pendidikan, kecenderungan tokoh Islam yang ingin menjadi politisi sehingga mengabaikan pendidikan umat, dan pendekatan keamanan negeri ini yang kacau balau.

Bantuan pendanaan Arab ke yayasan-yayasan Islam di negeri ini bukan hal baru dan sama sekali tidak menjurus hal yang negatif. Bahkan mungkin sebagian yayasan Islam yang berafiliasi ke NU di daerah juga pernah mendapat bantuan pendanaan dari Arab. Dan hal ini sebagai sebuah kewajaran karena Islam tidak mengenal sekat negara, saling bantu antara sesama umat Islam dunia sudah menjadi ciri khas positif.

Sekali lagi, terorisme adalah momok di negeri ini, dan akhirnya mencoreng wajah Islam. Menjadi tugas besar para tokoh dan ormas Islam untuk memperbaiki akar masalah yang kian rusak itu. Dan bukan menghembuskan hawa saling curiga.

Rabu, 06 April 2011

Lupa Daratan

Laki-laki ini sangat memprihatinkan kondisinya di dalam penjara yang berhawa pengap,juga gelap,mata lebam,sekujur tubuh dipenuhi bekas siksaan. Dia barusan mengalami penyaksikan, di interogasi beberapa petugas berbadan tegap. Ruangan tempat interogasi yang sempit juga agak gelap menghalangi pandangan untuk melihat muka2 yang menginterogasinya. Yang dia lakukan Cuma merintih,menahan sakit akibat disiksa untuk memintai sebuah jawaban yang ada hubungannya dengan aktivis kemahasiswaan yang dia lakukan dalam menyuarakan ketidakadilan oleh pemerintah Orde Baru. Dia masih ingat ucapan salah seorang petugas yang menginterogasinya,dengan nada mengancam “ MESKI TUHAN YANG MENENTUKAN AJAL MANUSIA,TAPI SAYA BISA MENGAMBIL NYAWAMU SAAT INI JUGA!!!!Kontan sang aktivis itu kian takut dan gemetar akan nasibnya.

Itulah sepenggal kisah yang aku baca di majalah terkemuka GATRA tahun 1998 saat berhembusnya reformasi. Siapakah sang aktifis tersebut? Dia nggak lain adalah Pius Lustilanang. Salah satu korban penculikan aktifis yang konon dilakukan oleh satuan elite TNI AD. Bersama puluhan aktivis lainnya yang ikut diculik karena menentang pemerintahan Presiden Soeharto. Karena pemberitaan media yang begitu ramai yang memojokkan pemerintah juga desakan dari publik akan nasib aktivis yang diculik tersebut. Aklhirnya Pius Lustilanang beserta aktifis lainnya yang diculik muncul dan ditemukan begitu saja oleh polisi sama saat mereka diculik.

Eiiittt……..itu dulu,kini setelah 13 tahun reformasi,banyak aktivis reformasi yang duduk di duduk di DPR termasuk Pius Lustilanang.Menjadi wakil rakyat yang terhormat. Setelah merasakan “empuknya” kursi jadi anggota dewan Pius Lustilanang seakan lupa akan komitmennya memperjuangkan nasib rakyat semasa jadi aktivis mahasiswa. Apa pasal,Pius begitu ngototnya memperjuangkan pembangunan gedung baru DPR yang super “wah” itu. Padahal sebagai wakil ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT)DPR,seharusnya menolak rencana pembangunan gedung DPR. Seperti ucapan Martin Hutabarat Ketua DPP partai Gerindra secara tegas kepada Pius Lustilanang, “Tugas kamu sebagai wakil ketua BURT adalah menggagalkan rencanan pembangunan gedung baru”.

Selasa, 05 April 2011

Manfaat Internet Dalam Dunia Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN

A. Pengertian Internet

Internet adalah kependekan dari interconected-network. Secara harfiah mengandung pengertian sebagai jaringan komputer yang menghubungkan beberapa rangkaian, internet juga didefinisikan sebagai jaringan komputer yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia (secara global) sehingga berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dikomunikasikan antar belahan dunia secara instan dan global.

Selain kedua pengertian di atas, internet juga disebut sebagai sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dari sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (e-mail, chat), diskusi (usenet news, milis, bulletin board), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Ghoper), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), serta berbagai layanan lainnya .

Sejalan dengan perkembangan internet, telah banyak aktivitas yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet, seperti e-Commerce, e-Banking, e-Government, e-Learning dan lainnya. Salah satu aktivitas yang berkaitan dengan proses pembelajaran adalah e-Learning. E-Learning adalah wujud penerapan teknologi informasi di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. E-Learning merupakan usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar di sekolah dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet.

BAB II PEMBAHASAN

A.Sejarah Internet

1. Sejarah Internet Dunia

Secara detail sejarah Internet dimulai pada tahun 60-an, yaitu ketika Levi C. Finch dan Robert W. Taylor mulai melakukan penelitian tentang jaringan global dan masalah interoperabilitas. Selanjutnya, beberapa program penelitian mulai dilakukan untuk melihat mekanisme pengaitan jaringan-jaringan yang berbeda secara fisik. Salah satu solusi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut adalah teknik packet switching. Pada teknik packet switching, data atau file berukuran besar yang akan dikirim melalui jaringan komputer terlebih dahulu dipotong menjadi paket kecil-kecil agar lebih mudah ditangani dan lebih Andal. Peneliti utama dalam pengembangan packet switching ini adalah Donald Davies (NPL), Paul Baran (RAND Corporation), Leonard Kleinrock dan kawan-kawan (MIT) dan UCLA Research Programs.

Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementaskan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT, Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang berbasis pada teknologi ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213. Selain jaringan untuk penelitian seperti ARPANET dan X.25, para hobbiis komputer juga mengembangkan teknik jaringan sendiri yang kemudian cukup populer, yaitu UUCP.

Komersialisasi dan privatisasi Internet mulai terjadi pada tahun 1980-an di Amerika Serikat dengan di ijinkannya Internet Service Provider (ISP) untuk beroperasi. Internet mulai booming pada tahun 1990-an. dan menjadi kunci pemicu perubahan dalam budaya dan dunia usaha. Internet menawarkan pola komunikasi cepat menggunakan e-mail, diskusi bebas di forum, dan Web.

B. Internet Dalam Dunia Pendidikan

Sejarah IT dan Internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Internet di Amerika mulai tumbuh dari lingkungan akademis (NSFNET), seperti ditulis dalam buku “Nerds 2.0.1”. Demikian pula Internet di Indonesia mulai tumbuh dilingkungan akademis (di UI dan ITB) sebagaimana sejarah perkembangan Internet di Indonesia.

Adanya Internet membuka sumbatan terhadap sumber informasi yang tadinya sulit diakses sehingga bukan menjadi malasah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Mekanisme akses perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.

Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Kini berbagai hal tesebut dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan surat elektronik (email). Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Ambon dapat berdiskusi masalah kedokteran dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa bahkan di Amerika. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia, sehingga batasan geografis bukan menjadi masalah lagi. Sharring information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel).

Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.
Malahan sebuah terobosan baru dalam bidang pendididikan yang menggunakan fasilitas internet adalah Distance learning dan virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet, yang memungkinkan berbagai mahasiswa atau pelajar bisa mengikuti perkuliahan langsung dari pakar atau dosennya dengan tidak berada pada satu tempat atau bahkan berbeda negara.
Bahkan tak kurang pakar ekonomi Peter Drucker mengatakan bahwa “Triggered by the Internet, continuing adult education may wll become our greatest growth industry”. Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja.

C. Internet Untuk Mengakses Informasi Keilmuan

Fred S Keller, seorang teknolog pendidikan era tahun 1960-an mengkritik penerapan metode-metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik perharian peserta didik. Karena menurutnya, peserta didik harus diberi akses yang lebih luas dalam menentukan apa yang ingin mereka pelajari sesuai minat, kebutuhan, dan kemampuannya. Dikatakannya pula bahwa guru bukanlah satu-satunya pemegang otoritas pengetahuan di kelas. Siswa harus diberi kemandirian untuk belajar dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar .

Kekayaan informasi yang sekarang tersedia di internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi para penemu sistemnya. Melalui internet dapat diakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan aktual dengan sangat cepat. Adanya internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat dalam bentuk Digital Library. Sudah banyak pengalaman tentang kemanfaatan internet dalam penelitian dan penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat juga dilakukan melalui internet. Tanpa teknologi internet banyak tugas akhir dan thesis atau bahkan desertasi yang mungkin membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikannya.

Para akademisi merupakan salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan kemunculan internet. Berbagai referensi, jurnal, maupun hasil penelitian yang dipublikasikan melalui internet tersedia dalam jumlah yang berlimpah. Para mahasiswa tidak lagi harus mengaduk-aduk buku di perpustakaan sebagai bahan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Cukup memanfaatkan search engine, materi-materi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat. Selain menghemat tenaga dan biaya dalam mencarinya, materi-materi yang dapat ditemui di internet cenderung lebih up to date.

Bagi para pengajar baik guru maupun dosen, internet bermanfaat dalam mengembangkan profesinya, karena dengan internet dapat :

(a) meningkatkan pengetahuan

(b) berbagi sumber diantara rekan sejawat

(c) bekerjasama dengan pengajar di luar negeri

(d) kesempatan mempublikasikan informasi secara langsung

(e) mengatur komunikasi secara teratur

(f) berpartisipasi dalam forum-forum lokal maupun internasional.

Di samping itu para pengajar juga dapat memanfaatkan internet sebagai sumber bahan mengajar dengan mengakses rencana pembelajaran atau silabus online dengan metodologi baru, mengakses materi kuliah yang cocok untuk mahasiswanya, serta dapat menyampaikan ide-idenya.
Sementara itu mahasiswa juga dapat menggunakan internet untuk belajar sendiri secara cepat, sehingga akan meningkatkan dan memeperluas pengetahuan, belajar berinteraksi, dan mengembangkan kemampuan dalam bidang penelitian.
Dalam www.jurnal-kopertis4.org disebutkan beberapa manfaat internet bagi pendidikan di Indonesia, yaitu : akses ke perpustakaan, akses ke pakar, perkuliahan online, layanan informasi akademik, menyediakan fasilitas mesin pencari data, menyediakan fasilitas diskusi, dan fasilitas kerjasama.

D.Manfaat Internet Bagi Pendidikan

Agak janggal bagi penulis untuk menuliskan manfaat Internet bagi pendidikan. Namun, untuk memperjelas maka akan penulis ulas secara singkat manfaat Internet bagi pendidikan.

Adapun manfaat internet bagi dunia pendidikan,yaitu:

Ø Akses ke sumber informasi

Sebelum adanya Internet, masalah utama yang dihadapi oleh pendidikan (di seluruh dunia) adalah akses kepada sumber informasi. Perpustakaan yang konvensional merupakan sumber informasi yang sayangnya tidak murah. Buku-buku dan journal harus dibeli dengan harga mahal. Pengelolaan yang baik juga tidak mudah. Sehingga akibatnya banyak tempat di berbagai lokasi di dunia (termasuk di dunia Barat) yang tidak memiliki perpustakaan yang lengkap. Adanya Internet memungkinkan mengakses kepada sumber informasi yang mulai tersedia banyak. Dengan kata lain, masalah akses semestinya bukan menjadi masalah lagi.Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar. Bidang apa pun yang anda minati, pasti ada informasi di Internet. Contoh-contoh sumber informasi yang tersedia secara online antara lain:

· Library Online

· OnlineJournal

· Online courses.

MIT mulai membuka semua materi kuliahnya di Internet.Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibanding dengan tempat lain. Adanya Internet merupakan salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah ini.

Ø Akses Ke pakar

Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinan seorang siswa berkomunikasi dengan pakar di tempat lain. Seorang siswa di Makassar dapat berkonsultasi dengan dosen di Bandung atau bahkan di Palo Alto, Amerika Serikat.

Ø Media kerjasama

Kolaborasi atau kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjadi dengan lebih mudah, efisien, dan lebih murah.

E. Permasalahan Internet Untuk Pendidikan

Penjabaran di atas tentunya membawa kita pada pertanyaan mengapa kita belum banyak menggunakan Internet untuk keperluan pendidikan di Indonesia. Ada beberapa alasan, dimana sebagian akan diungkapkan pada bagian-bagian di bawah ini.

Ø Kurangnya penguasaan bahasa Inggris.

Suka atau tidak suka, sebagian besar informasi di Internet tersedia dalam bahasa Inggris. Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu keunggulan (advantage).

Ø Kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia.

Kita sadari bahwa tidak semua orang Indonesia akan belajar bahasa Inggris. Untuk itu sumber informasi dalam bahasa Indonesia harus tersedia. Saat ini belum banyak sumber informasi pendidikan yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Konsep berbagi (sharring), misalnya dengan membuat materi-materi pendidikan di Internet, belum merasuk. Inisiatif langka seperti ini sudah ada namun masih kurang banyak. Contohnya:

Untukmu Indonesia
http://untukmu.Indonesiaforum.org

Ø Akses Internet masih mahal. Meskipun sudah tersedia, akses ke Internet masih mahal. Namun hal ini diharapkan akan menjadi lebih murah di masa yang akan datang. Diharapkan akselerasi penurunan harga menjadi fokus utama dari Pemerintah. Mekanisme lain adalah adanya subsidi dari pemerintah untuk institusi pendidikan.

Ø Akses Internet masih susah diperoleh. Beberapa daerah di Indonesia masih belum memiliki jalur telepon yang dapat digunakan untuk mengakses Internet.

Ø Guru belum siap. Guru di Indonesia masih belum siap untuk menggunakan Internet sebagai bagian dari pengajarannya. Padahal guru merupakan salah satu pengguna yang dapat memanfaatkan Internet sebaik-baiknya. Salah satu contohnya adalah mencari soal-soal latihan untuk kelasnya. Jika setiap guru di Indonesia membuat dua (2) soal dan menyimpannya di Internet, maka akan ada ribuan bahkan bisa jutaan soal yang dapat digunakan untuk latihan di kelas.

BAB III PENUTUP

Sistem pendidikan di Indonesia bagaikan “bangunan antik”, dimana yangterjadi adalah pemujaan terhadap sistem pendidikannya, seperti yang kita lihatsekarang, siswa menjadi kaset yang menghafal materi yang diberikan guru danmenjawab soal ulangan mirip dengan materi yang telah direkamnya sebelumnya.Hakikat filosofis dari pendidikan yang aktif dan kritis dikubur oleh pendidikankonsep bank, seperti kata Freire. “Pantha Rhei!” ketika dunia menuju kemajuan -yang terjadi dengan sang pendidikan Indonesia malah mundur alias berinvolusi.Quo vadis pendidikan Indonesia? Mengenalkan IT kepada dunia pendidikan kitadapat menjadi stimulan untuk memutarbalik proses pemunduran yang terjadi.Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, informasi menjadi semakin“berlimpah ruah” dan urgensi untuk mendapatkannya juga semakin meningkat.Namun kekayaan informasi yang segudang ini apabila tidak disertai dengan kuncigudangnya maka percuma saja. Maka diperlukan kunci untuk membuka gudanginformasi ini, yakni IT.

Internet merupakan salah satu produk teknologi yang dapat membantu kita meningkatkan taraf hidup melalui pendidikan. Meskipun masih banyak tantangan, kita masih dapat memanfaatkan Internet sebesar mungkin.

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.Dalam makalah ini kami membahas “Manfaat Internet dalam Dunia Pendidikan”, suatu permasalahan yang banyak digunakan orang di seluruh dunia tak terkecuali bagi sekolah yang menggunakan internet utuk mengakses suatu informasi.

Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah dampak buruk internet yang sangat mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku remaja dalam suatu harapan mendapatkan keamanan dalam memanfaatkan teknologi informasi terutama yang menggunakan internet dan sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas siswa/siswi yang mengikuti mata pelajaran “Teknologi Informasi dan Komunikasi”

Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat,


Bau-Bau, 05 April 2011

Penyusun’