Sains dan Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

TERATOGENIK

Daftarkan dirimu segera dan dapatkan bonusnya Rp 200.000 dengan hanya mengklik iklan gambar ini :




Pengertian Teratogenik

Teratogenik adalah perubahan formasi dari sel, jaringan, dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiologi dan biokimia. Senyawa teratogen akan berefek teratogenik pada suatu organisme, bila diberikan pada saat organogenesis. Apabila teratogen diberikan setelah terbentuknya sel jaringan, sistem fisiologis dan sistem biokimia, maka efek teratogenik tidak akan terjadi Teratogenesis merupakan pembentukan cacat bawaan. Malformasi (kelainan bentuk) janin disebut terata, sedangkan zat kimia yang menimbulkan terata disebut zat teratogen atau teratogenik. Teratologi adalah studi tentang penyebab, mekanisme dan manifestasi dari perkembangan yang menyimpang dari sifat struktural dan fungsional Definisi umum lain teratologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pembentukan monster, definisi yang lebih khusus adalah ilmu yang mempelajari tentang pembentukan monster karena pengaruh kekuatan tertentu pada hewan atau manusia yang belum lahir. Kekuatan ini bisa berupa faktor fisik, nutrisi, genetik maupun kimia. Jadi teratologi adalah ilmu yang mempelajari tentang malformasi kongenital.

Penyebabnya

Penyebab teratogenik ada 2 yaitu fisik yang meliputi radiasi sinar X, panas dan tekanan, dan kimia yang meliputi bahan industry, polutan udara, air dan obat-obatan. Target organ dari teratogen adalah system reproduksi, yang meliputi zigot bersifat mutagen, sel (jaringan dan organ) yang bersifat teratogenik serta pertumbuhan dan perkembangan organ yang bersifat keracunan. Bentuk kelainan yang dapat disebabakan oleh teratogen adala gangguan fungsi dan struktur sel, abnormalitas yang menyebabkan kejadian congenital yang teratogenik serta pertumbuhan yang menyebabkan ukurannya membesar dan bersifat toksik.

Perubahan yang disebabkan teratogen meliputi perubahan dalam pembentukan sel, jaringan dan organ sehingga menyebabkan perubahan fisiologi dan biokimia yang terjadi pada fase organogenesis. Kejadian perubahan teratogenik antara lain

1. Menyerang zygot menjadi fertile dan mengalami mutasi

2. Salah satu tahap siklus kehidupan pada konsepsi dihambat

3. Mencegah pembelahan embrio ada tahap awal yang bersifat all or none

4. Implantasi merangsang pseudopregnancy

5. Menghambat perkembangan normal plasenta : Trypan Blue

6. menghambat transport nutrient ke yolk sack

7. Menyerang fase organogenesis dan bersifat teratogenik

8. Fase pertumbuhan yang menyebabkan perubahan toksikologik

Cara Mengatasinya

Hingga kini belum ditemukan cara untuk mengobati efek yang timbul akibat paparan bahan teratogenik pada ibu hamil. Oleh karena itu, satu-satunya jalan yang dapat dilakukan oleh ibu hamil dalam mencegah efek bahan teratogenik adalah dengan menghindari paparan bahan tersebut pada dirinya. Untuk itu perlu bagi ibu hamil untuk mengetahui dan memahami bahan-bahan apa saja yang dapat memberikan efek teratogenik.

Umumnya bahan teratogenik dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan golongan nya yakni bahan teratogenik fisik, kimia dan biologis. Bahan tertogenik fisik adalah bahan yang bersifat teratogen dari unsur-unsur fisik misalnya Radiasi nuklir, sinar gamma dan sinar X (sinar rontgen). Bila ibu terkena radiasi nuklir (misal pada tragedi chernobil) atau terpajan dengan agen fisik tersebut, maka janin akan lahir dengan berbagai kecacatan fisik. Tidak ada tipe kecacatan fisik tertentu pada paparan ibu hamil dengan radiasi, karena agen teratogenik ini sifatnya tidak spesifik karena mengganggu berbagai macam organ.

Dalam menghindari terpaaan agen teratogen fisik, maka ibu sebaiknya menghindari melakukan foto rontgen apabila ibu sedang hamil. Foto rontgen yang terlalu sering dan berulang pada kehamilan kurang dari 12 minggu dapat memberikan gangguan berupa kecacatan lahir pada janin.

Bahan teratogenik kimia adalah bahan yang berupa senyawa senyawa kimia yang bila masuk dalam tubuh ibu pada saat saat kritis pembentukan organ tubuh janin dapat menyebabkan gangguan pada proses tersebut. Kebanyakan bahan teratogenik adalah bahan kimia. Bahkan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati beberapa penyakit tertentu juga memiliki efek teratogenik.

Alkohol merupakan bahan kimia teratogenik yang umum terjadi terutama di negara-negara yang konsumi alkohol tinggi. Konsumsi alkohol pada ibu hamil selama kehamilannya terutama di trisemester pertama, dapat menimbulkan kecacatan fisik pada anak dan terjadinya kelainan yang dikenal dengan fetal alkoholic syndrome . Konsumsi alkohol ibu dapat turut masuk kedalam plasenta dan memperngaruhi janin sehingga pertumbuhan otak terganggu dan terjadi penurunan kecerdasan/retardasi mental. Alkohol juga dapat menimbulkan bayi mengalami berbagai kelainan bentuk muka, tubuh dan anggota gerak bayi begitu ia dilahirkan.

Paparan rokok dan asap rokok pada ibu hamil terutama pada masa organogenesis juga dapat menimbulkan berbagai kecacatan fisik. Ada baiknya bila ibu berhenti merokok (bila ibu seorang perokok) dan menghindarkan diri dari asap rokok. Ada baiknya bila sang ayah yang perokok tidak merokok (BAHASAN ROKOK INSYA H ALLAH MENYUSL) selama berada didekat sang ibu dalam kehamilannya. Asap rokok bila terpapar pada janin-janin yang lebih tua (lebih dari 20minggu) dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, atau bayi kecil.

Obat-obatan untuk kemoterapi kanker umumnya juga bersifat teratogenik. Beberapa jenis obat anti biotik dan dan penghilang rasa nyeri juga memiliki efek gangguan pada janin. Obat-obatan yang menimbulkan efek seperti narkotik dan obat-obatan psikotropika bila dikonsumsi dalam dosis besar juga dapat menimbulkan efek serupa dengan efek alkohol pada janin. Untuk itu ada baiknya bila selama kehamilan terutama trisemester pertama agar ibu berhati-hati dalam mengkonsumsi obat dan hanya mengkonsumsi obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter.

Beberapa polutan lingkungan seperti gas CO, senyawa karbon dan berbagai senyawa polimer dalam lingkungan juga dapat menimbulkan efek teratogenik. Oleh karena itu ada baiknya bila ibu membatasi diri dalam bepergian ke tempat-temapat dengan tingkat polusi tinggi atau dengan mewaspadai konsumsi makanan dan air minum tiap harinya. Hal ini karena umumnya bahan tersebut akan mengendap dan tersimpan dalam berbagai makanan maupun dalam air minum harian.

Agen teratogenik biologis adalah agen yang paling umum dikenal oleh ibu hamil. Istilah TORCH atau toksoplasma, rubella, cytomegalo virus dan herpes merupakan agen teratogenik biologis yang umum dihadapi oleh ibu hamil dalam masyarakat. Infeksi TORCH dapat menimbulkan berbagai kecacatan lahir dan bahkan abortus sampai kematian janin. Selain itu, beberapa infeksi virus dan bakteri lain seperti penyakit sifilis/raja singa juga dapat memberikan efek teratogenik.

Ada baiknya bila ibu sebelum kehamilannya melakukan pemeriksaan laboratorium pendahuluan untuk menentukan apakah ia sedang menderita infeksi TORCH, infeksi virus atau bakteri lain yang berbahaya bagi dirinya maupun kehamilannya. Bila dari hasil dinyatakan positif, ada baiknya bila ibu tidak hamil lebih dulu sampai penyakitnya disembuhkan dan telah dinyatakan fit untuk hamil.

Contoh Penyakitnya

a. Trisomi 21 (Sindrom Down)

Sindrom down biasanya disebabkan oleh adanya satu kopi ekstra kromosom 21 (trisomi 21). Secara klinis ciri anak penderita Sindrom Down antara lain keterbelakangan mental pertumbuhan,aneka derajat keterbelakangan jiwa, kelainan kraniofasial, termasuk mata miring ke atas , lipat-lipat epikantus (lipatan kulit ekstra di sudut medial mata) sindrom ini disebabkan oleh trisomi 21 karena meiosis nondisjunction dan 75% diantaranya nondisjunction terjadi saat pembentukan oosit.

b. Trisomi 18

Penderita dengan susunan kromosom ini memperlihatkan cirri-ciri sebagai berikut : keterbelakangan jiwa, cacat jantung congenital, telinga yang letaknya rendah dan fleksi jari-jari dan tangan. Selain itu penderita seringkali memperlihatkan rahang kecil(mikrognatia), anomaly ginjal dan sidaktilic. Trisomi 13
Kelainan utama sindrom ini adalah keterbelakangan jiwa, cacat jantung congenital, tuli, bibir sumbing, dan palatoskisis dan cacat-cacat mata misalnya : mikroftalmia, anoftalmia, dan koloboma.

d. Sindrom Klinefelter

Gambaran klinis sindrom klinefelter yang hanya ditemukan pada pria dan biasanya diketahui pada saat pubertas adalah kemandulan , atrofi testis, hialinisasi tubuli seminiferi dan kebanyakan mengalami ginekomastia. Angka kejadiannya kira-kira 1 diantara 500 orang pria. Penyebab yang paling sering adalah tidak berpisahnya anggota pasangan homolog XX

e. Sindrom Turner

Sindrom turner, ditemukan pada wanita yang ditandai dengan tidak adanya ovarium (disgenesis gonad) dan tubuh yang pendek, leher yang berselaput, limfedema anggota badan, cacat rangka, dan dada lebar dengan putting susu lebar.kira-kira 55% penderita adalah monosomi untuk kromosom X dan kromatin negative karena terjadi nondisjunction. Pada 75% dari kasus ini, nondisjunction gamet pria yang menjadi penyebab. Tetapi, pada kasus sisanya, kelainan structural kromosom X (15%)
atau monosaikisme (30%) menjadi penyebab sindrom ini.

f. Sindrom Tripel X

Penderita sindrom tripel X selalu infantil, dengan menstruasi yang sedikit sekali dan sedikit keterbelakangan jiwa. Mereka mempunyai 2 badan kromatin seks didalam selnya.


Dari berbagai sumber di google

Sabtu, 07 Mei 2011

Dapatkan segera Rp 200.000 dengan Hanya Mengklik Iklan Gambar ini



Kemampuan Menulis Wacana Deskripsi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan dinamika pembangunan nasional yang kian pesat menuntut adanya tenaga terampil dan professional sebagai modal utama dan mendasar. Di tengah-tengah pembicaraan mengenai sumber daya manusia yang berkualitas semakin marak dan menghambat,masyarakat kemudian mempertanyakan eksistensi dunia pendidikan sebagai lembaga penghasil sumber daya manusia. Sebagai lembaga penghasil sumber daya manusia disemua jenjang pendidikan formal,maka sudah seharusnya siswa menguasai dan dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan konteksnya. Penggunaan bahasa Indonesia seperti itu melalui keterampilan menulis.

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dimiliki oleh siswa menengah. Keterampilan menulis tersebut diperlukan untuk kepentingan siswa,baik dalam ujian akhir maupun untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pada jenjang sekolah yang lebih tinggi,kemampuan menulis diperlukan untuk membuat laporan,makalah,skripsi,juga untuk ujian akhir semester.

Adanya pemahaman bahwa keterampilan menulis itu penting untuk dikuasai,maka diperlukan usaha pembelajaran menulis yang terencana. Syafi ie (1998: 42) mengemukakan bahwa menulis adalah keterampilan yang dapat dipelajari. Orang yang mempunyai bakat menulis,tentu orang yang dapat menggunakan itu semua akan menjadi penulis yang baik. Orang yang tidak mempunyai bakat menulis tetapi mau belajar untuk menulis sungguh-sungguh serta mendapat kesempatan belajar dan berlatih,tentu akan dapat juga menjadi penulis.

Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) SMA (Depdiknas 2006) dijelaskan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia disajikan dalam tiga komponen yaitu: komponen pembahasan,pemahaman,dan penggunaan. Komponen kebahasan mencakup lafal,ejaan,dan tanda baca,struktur bahasa,kosa kata,alinea atau paragraph dan wacana yang lebih besar.

Merujuk pada uraian kurikulum 2006 di atas,peneliti tertarik memilih salah satu komponen keterampilan berbahasa yaitu menulis wacana khususnya wacana deskripsi yang merupakan bidang kajian dari keterampilan menulis. Dalam menulis deskripsi yang merupakan bidang kajian dari keterampilan menulis. Dalam menulis deskripsi mempunyai hubungan antara bentuk-bentuk tulisan (Retorika) yang lain,ia tidak pernah berdiri sendiri sebagai bentuk karangan yang bulat dan utuh.

SMA Negeri 3 Bau-Bau merupakan salah satu SMA di Kota Bau-Bau yang belum diketahui tingkat kemampuan menulis wacana deskripsi. Oleh karena itu,ada motivasi dan keinginan dari penulis untuk meneliti tentang kemampuan menulis wacana deskripsi khususnya pada kelas X1 di SMA Negeri 3 Bau-Bau.

B. Identifikasi

Berdasarkan latar belakang di atas maka identifikasi masalah tersebut yaitu kemampuan menulis merupakan hasil dari kemampuan berbahasa lainnya yakni kemampuan menyimak,berbicara dan membaca. Dalam menulis komponen tersebut menjadi dasar agar dapat menulis dengan baik. Komponen pemahaman mencakup gagasan,pendapat,pengalaman,pesan,dan perasaan yang dilukiskan atau ditulis,serta mengapresiasikan karya sastra Indonesia maupun terjemahan dan saduran. Komponen penggunaan mencakup aspek berbicara dan menulis yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan gagasan,pendapat,pengalaman,pesan dan perasaan. Oleh karena itu,mempelajari bahasa bukan hanya untuk memperoleh pemahaman mengenai bentuk kalimat yang yang bagaimana yang cocok dalam sebuah konteks tertentu.

C. Batasan Masalah

1. Kemampuan adalah kesanggupan atau kecakapan siswa kelas X1 SMA Negeri 3 Bau Bau menulis wacana deskripsi.

2. Menulis adalah keseluruhan kegiatan siswa kelas X1 SMA Negeri 3 Bau Bau menggunakan bahasa Indonesia tulis dalam mengungkapkan ide,pikiran,perasaan, atau pengalaman dalam bentuk karangan atau wacana deskripsi utuh.

3. Wacana adalah satuan bahasa yang terlengkap yang diwujudkan dalam bentuk karangan atau bacaan utuh.

4. Wacana deskripsi adalah suatu tulisan atau karangan yang menggambarkan sebuah objek tentang seseorang,tempat atau pemandangan secara terperinci,sistematis dan logis sehingga pembaca seakan-akan melihat,mendengar atau merasakan sendiri objek tersebut.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas,maka masalah dalam penelitian ini adalah :

“ Bagaimanakah kemampuan menulis wacana deskripsi siswa kelas X1 SMA Negeri 3 Bau Bau Tahun Pelajaran 2009?”

E. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis wacana deskripsi siswa kelas X1 Negeri 3 Bau Bau Tahun Pelajaran 2009.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Memberikan informasi aktual mengenai kemampuan siswa dalam menulis wacana deskripsi.

2. Sebagai bahan masukan bagi pengambil kebijakan dalam upaya meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah.

3. Sebagai bahan acuan bagi peneliti selanjutnya yang relevan dengan penelitian ini.

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Menulis Wacana Deskripsi

Deskripsi atau pemborian merupakan bentuk tulisan yang berkaitan dengan usaha para penulis untuk memberikan perincian-perincian dan objek yang dibicarakan. Kata deskripsi berasal dari kata latin “Describere” yang berarti menulis tentang atau membeberkan suatu hal. Sebaiknya kata deskripsi dapat diterjemahkan pomoria,yang berasal dari kata peri-memerikan yang berarti melukiskan sesuatu hal (koraf,1982: 93,Marwoto,1987: 26)

Pengertian menulis tentang sesuatu hal membeberkan sesuatu sebenarnya dapat pula berlaku bagi bentuk tulisan lainnya,yaitu eksposisi (pemaparan),argumentasi (pembuktian) dan narasi (pengisahan),namun sebagai salah satu dari ke empat tulisan itu,istilah deskripsi mengandung aspek-aspek yang jauh lebih kompleks disbanding dengan ketiga bentuk lainnya.

Koraf (1997: 135) mengatakan bahwa wacana deksripsi adalah suatu bentuk wacana deskripsi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan sejelas-jelasnya suatu objek sehingga itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca. Sedangkan menurut DjajaSudarma (2006: 11) mengatakan bahwa wacana deskripsi merupakan rangkaian tuturan yang memaparkan sesuatu atau melukiskan,baik berdasarkan pengalaman maupun pengetahuan penuturnya. Dalam menulis wacana deskripsi penulis memindahkan kesannya,memindahkan hasil pengamatan dan perasaannya kepada pembaca,menyampaikan sifat dan semua perincian-perincian wujud yang dapat ditemukan pada objek tersebut. Sasaran yang dicapai oleh penulis deskripsi adalah untuk menciptakan atau memungkinkan tercapainya daya khayal (imajinasi) pada pembaca,seolah-olah mereka melihat sendiri objek tadi secara keseluruhan seperti yang dialami secara fisik oleh penulisnya.

Dari uraian di atas,dapat dikemukakan bahwa menulis wacana deskripsi diartikan sebagai wacana yang dapat membangkitkan kesan atau improsi seseorang melalui uraian atau lukisan tertentu. Kesan tertentu itu berupa seseorang,tempat,suatu pemandangan dan serupa dengan itu. Jadi wacana deskripsi adalah suatu bentuk tulisan yang bertalian dengan objek yang sedang dibicarakan atau sedang memberikan penjelasan,dan rincian terstruktur dengan mengikuti model tata penglihatan berupa bentuk dan ruang (Dalam Ahmad,1999: 144).

B. Ciri-ciri Wacana Deskripsi

a. Ciri-ciri Khusus Wacana Deskripsi

Menurut Parera dan Tasai, (1995: 106) wacana deskripsi memiliki beberapa ciri sebagai berikut:

1. Tujuan yang memberi gambaran tentang keadaan suatu objek,biasanya berhubungan dengan perasaan.

2. Kata-kata yang digunakan menimbulkan perasaan yang diinginkan,keindahan,kecantikan,kemarahan,suasana gembira ria dan sebagainya.

3. Banyak menggunakan bahasa kajian atau bahasa figuratif dan pada bahasa yang paling luas.

b. Ciri-ciri umum Wacana Deskripsi

1. Dapat berupa rangkaian ujar secara lisan dan tulisan atau rangkaian tindak tutur

2. Mengungkapkan suatu hal (subjek)

3. Penyajiannya teratur,sistematis,kohoren,lengkap dengan situasi pendukungnya.

4. Memiliki satu kesatuan misi dalam rangkaian (Syamsudin dkk,1997: 10).

c. Jenis-jenis Wacana Deskripsi

a. Wacana deksripsi orang

Beberapa aspek yang layak di deksripsikan :

a) Keadaan baik

b) Deksripsi keadaan sekitar

c) Deskripsi watak atau langkah perbuatan

d) Deskripsi gagasan tokoh

b. Wacana Deskripsi Tempat

Dalam memilih cara yang paling baik untuk melukiskan tempat pertimbangan beberapa pokok persoalan untuk menyusun wacana deskripsi : (1) suasana hati,(2) bagian yang relevan,(3) urutan penyajian.

C. Teori-teori Wacana Deskripsi

a. Menurut Moeliono,dkk,(1998: 34) wacana adalah apa disebut rentetan kalimat yang berkaitan sehingga terbentuklah makna serasi diantara kalimat-kalimat itu.

b. Menurut Richard,dkk (1998: 84) wacana dikatakan pula sebagai salah satu istilah umum dalam contoh pemakaian bahasa,yakni bahasa yang dihasilkan oleh tindak komunikasi

c. Menurut Tarigan,dkk (1987: 27) wacana adalah suatu bahasa yang terlengkap dan tertinggi atau terbesar di atas kalimat atau khusus dengan koheverensi atau kohesi tinggi yang berkesinambungan.

d. Menurut Keraf (1997: 135) mengatakan bahwa wacana deskripsi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan sejelas-jelasnya suatu objek sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca.

e. Menurut Djajasudarma (2006: 11) mengatakan bahwa wacana deskripsi merupakan rangkaian tuturan yang memaparkan sesuatu atau melukiskan sesuatu,baik berdasarkan pengalaman maupun pengetahuan penuturnya.

BAB III

POPULASI DAN SAMPEL

A. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X1 SMA Negeri 3 Bau Bau yang terdaftar pada Tahun Pelajaran 2009. Data siswa kelas X1 SMA Negeri 3 Bau Bau Tahun Pelajaran 2009 berjumlah 36 orang.

Mengingat populasi penelitian ini hanya berjumlah 36 orang maka sebanyak 36 orang tersebut ditetapkan sebagai sampel penelitian atau menggunakan sampel total. Dengan demikian,penelitian termasuk penelitian terhadap sampel.

B. Tempat dan Waktu

Penelitian ini dilaksanakan pada kantor SMA Negeri 3 Bau Bau,Kabupaten Buton karena pelaksanaan administrasi pendidikan pada sekolah ini berpusat pada kantor SMA Negeri 3 Bau Bau yang ke-3 di Sultra. Lulusan SMA Negeri 3 Bau Bau dapat bersaing dengan SMA yang lain baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional. Pelaksanaan administrasi pendidikan sekolah ini dapat menjadi patokan pelaksanaan administrasi pendidikan di SMA lainnya,baik SMA negeri maupun SMA swasta.

Jumat, 06 Mei 2011

Dapatkan segera Rp 200.000 dengan Hanya Mengklik Iklan Gambar ini




Bimbingan Karir Dengan Sistem Paket

1. Pengantar

Dalam usaha memantapkan bimbingan di sekolah-sekolah berbagai usaha telah diselenggarakan para ahli kita terutama dalam mewujudkan peranan bimbingan yang lebih bermakna bagi anak didik. Konsep Bimbingan Karir dengan sistem paket atau modul pada awalnya dirancang dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip Bimbingan Karir,tugas-tugas perkembangan,prinsip-prinsip perkembangan anak yang dikembangkan oleh Pieget,dan berpegang dengan pendekatan “developmental”.

Maka dari itu pelaksanaan Bimbingan karir di sekolah hendaknya bukan hanya dilaksanakan di SMTA saja tetapi mulai sedini mungkin dengan perhatian dan perkembangan sikap,kemampuan dan kompetensi yang diperlukan di dalam pengambilan suatu keputusan,dan memilih alternatif,dimulai dari situasi sehari-hari sampai kepada pemilihan karir. Karena pemilihan karir yang akan diambil oleh seseorang bersangkut paut dengan karir membawa efek yang berpengaruh dan mendalam kepada kehidupan seseorang maka pendekatan segi “developmental” akan melibatkan anak dalam proses Bimbingan Karir sedini mungkin yaitu dari SD sampai SMTA.

Paket atau modul yang telah disusun dan dikembangkan itu menitikberatkan pada empat masalah pokok,yaitu:

(1) Pemahaman Diri

(2) Pemahaman Lingkungan

(3) Mengatasi Hambatan,dan

(4) Menentukan Masa Depan.

Bertolak dari empat masalah pokok tersebut kemudian dikembangkan lima paket atau modul untuk tingkat SMP dan SMA,yaitu:

(1) Paket I : Pemahaman Diri

(2) Paket II : Nilai-nilai

(3) Paket III : Pemahaman Lingkungan

(4) Paket IV : Hambatan dan Mengatasi Lingkungan

(5) Paket V : Merencanakan Masa Depan.

II. Peranan Guru Pembimbing Dalam Pelaksanaan Bimbingan Karir Dengan Sistem Paket

Guru pembimbing atau fasilitator berperan aktif dalam mengatur dan membimbing siswa agar segala kegiatan yang ditugaskan kepadanya dapat dilakukan atau dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Peranan guru pembimbing atau fasilitator dalam pengajaran Bimbingan Karir system paket,beberapa diantaranya:

1. Memberikan informasi secara singkat dan jelas tentang topik/subtopic yang dibicarakan dalam paket.

2. Mengatur pelaksanaan kegiatan yang diintruksikan dalam paket.

3. Mengawasi dan membimbing kegiatan siswa.

4. Memimpin dan mengawasi kegiatan diskusi kelompok.

5. Menyiapkan alat-alat yang diperlukan dalam segala bentuk kegiatan misalnya: Format lembaran kerja,buku-buku biografi orang berkarir,majalah,Koran-koran,kertas-kertas,gunting,buku-buku acuan,buku klasifikasi jabatan,buku penuntun jabatan,dan sebagainya.

6. Mengadakan pendekatan dengan instansi-instansi pemerintah/swasta dalam rangka mengadakan kegiatan observasi. Misalnya: mengirimkan surat permohonan kepada Rektor/Dekan berkenaan dengan para siswa mengadakan observasi ke perguruan tinggi.

7. Menyimpan hasil-hasil kegiatan atau laporan kegiatan siswa baik kelas maupun di luar kelas.

8. Dan peranan-peranan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Bimbingan Karir di kelas maupun di luar sekolah.

III. Materi Paket Bimbingan Belajar

Dari lima topik Bimbingan Karir tersebut dibagi lagi menjadi sub-sub topic. Sebagai bahan informasi materi pokok dari masing-masing topik dan sub topik Bimbingan Karir dengan system paket,diuraikan sebagai berikut:

1. Paket I : Pemahaman Diri

(a) Pengantar pemahaman diri

(b) Bakat,potensi,dan kemampuan

(c) Minat.

(d) Cita-cita atau gaya hidup.

2. Paket II : Nilai-nilai

Terdiri dari sub topik sebagai berikut:

(a) Nilai-nilai kehidupan.

(b) Saling mengenal dengan nilai orang lain.

(c) Pertentangan nilai-nilai dalam diri sendiri.

(d) Pertentangan nilai-nilai sendiri dengan orang lain.

(e) Nilai-nilai yang berlantai dengan kelompok atau masyarakat,dan

(f) Bertindak atas nilai-nilai sendiri.

3. Paket III : Pemahaman Lingkungan

Terdiri dari sub topik sebagai berikut:

(a) Informasi pendidikan.

(b) Kekayaan daerah dan pengembangannya.

(c) Informasi jabatan.

4. Paket IV : Hambatan dan Mengatasi Hambatan

Terdiri dari sub topik sebagai berikut,diantaranya:

(a) Faktor pribadi

(b) Faktor lingkungan.

(c) Manusia dan hambatan.

(d) Cara-cara mengatasi hambatan.

5. Paket V : Merencanakan Masa Depan

Terdiri dari beberapa sub topik,diantaranya:

(a) Menyusun informasi diri.

(b) Mengelola informasi diri.

(c) Mempertimbangkan alternative.

(d) Keputusan dan rencana.

(e) Merencanakan masa depan.