Sains dan Teknologi
Senin, 12 September 2011
Ketika RIM Lebih Memilih Malaysia
Sabtu, 13 Agustus 2011
Akhirnya Aku Temukan ' Calon Istriku'.............
Sebenarnya aku nulis postingan ini ada sedikit keengganan
Karena aku bukan seorang penulis,tapi pemula.......heheheh
tapi buatku tidak tenang mengingat tanggung jawab besar dengan ilmu yg dimiliki meski cuma seberapa. Ditambah dorongan dari teman untuk menerbitkan lewat blog maupun catatan di facebook untuk disebarkan. Padahal jauh hari sebelumnya admin salah satu page saudaraku dari HTI menyarankan aku untuk tidak menanggapi ocehan mereka akan kedengkian mereka dengan perjuangan HT menegakkn syariah dan khilafah. Ko` bisa tau sih,... ternyata aktifitas komentarku di berbagai page yg aku cantumkan di bawah tidak terlepas dari pengamatannya. Jangan khawatir ,aku sudah biasa koment apa yg menarik untuk dikomentari.
Masa aku berdiam diri kalau saudara seimanku dijelekkan gt apalagi menyinggung agamaku.
Aku g bisa tenang tuh,namun tetap harus santun kalau tidak "bisa senjata makan tuan".
lalu mengapa judulnya "Akhirnya aku menemukan 'calon istriku' sumber kebahagiaanku?
Tidak lain karena ada semacam energi halus
Entah.....apa namanya
yang jelas sangat menyejukkan gt kena hati dan jiwa hingga menjernihkan pikiranku.Hmm........lebay nih kalimatnya....heheheh
Gt berkomentar menyampaikan kebenaran Islam.
Hmm..........lebay nih kalimatnya.........heheh.
Masih mending,daripada harus kecewa terus ta arufan....bikin kusut hati dan pikiran. Ko` malah curhat. Lanjuut........
Dari hasil pengamatanku selama ini akan admin page ini "MELAWAN PEMBENTUKAN KHILAFAH DI NUSANTARA" di facebook beserta lainnya yg sejenis dengan page tersebuti memang sdah pengaruhi setan kejelekan
Kita bisa lihat dan telusuri link2 ini,yag punya keterkaitan koneksi (hubungan) dalam hal postingan :
- Warga Nahdliyin Dukung Pancasila Tolak Khilafah.
- Selamatkan Demokrasi Pancasila & UUD `45 dari Rongrongan Ide Khilafah.
- Bubarkan Hizbut Tahrir (Indonesia)
- Abu Bakar Ba`asyir bin Abu Bakar bin Abu Bakar Abud: Bapak Teroris Indonesia
- KOmunitas Anti FPI Indonesia
- MELAWAN PEMBENTUKAN KHILAFAH DI NUSANTARA
Page MELAWAN PEMBENTUKAN KHILAFAH DI NUSANTAARA mempunyai koneksi (hubungan) dengan situs2 tentang penghinaan agama Islam dan Nabi Muhammad SAW,ni buktikanya yg aku lihat di page ABU BAKAR BA`ASYIR BIN ABU BAKAR ABUD: BAPAKA TERORIS INDONESIA (postingannya bisa dilihat di page tersebut) mengaminkan posting http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/pembantaian-hindu-dan-budha-islam.html.
yg isinya blognya semua penuh penghinaan terhadap pribadi diri Rasulullah SAW dan agamanya,banyak fakta sejarah yg diselewengkan oleh blog tersebut.
Situs trulyislam mempunya keterkaitan koneksi (hubungan) dengan:
- Faith freedom Indonesia (FFI)
- Bloggernas,dan sejenisnya
Oh,ya mengenai page "MELAWAN PEMBENTUKAN KHILAFAH DI NUSANTARA" ternyata pemiliknya seorang pendeta yg berasal dari Kupang. Hal itu berdasarkan info "intel" yg aku terima dari pemilik akun T-1000 (Afwan y namanya g q cantumkan demi kerahasiaan penyamaran..heheheh) Profilnya bisa dilihat di link ini : http://www.facebook.com/jappy.pellokila?sk=info
Bahwa memang benar organisasi islam terbesar macam NU dijadikan tunggangan oleh oknum2 yg tidak senang bila diterapkannya syariah islam dan khilafah
Silah kan teman2 menilai,apakah mereka orang Islam tulen atau bukan,liberal atau bukan????
Maaf y ikhwa fillah,klo bahasa nya kacau balau...........afwan!!!
Senin, 09 Mei 2011
Dapatkan segera Rp 200.000 dengan Hanya Mengklik Iklan Gambar ini
Amerika,Kembalikan Identitas Islamku!!
Seminggu setelah perayaan besar-besaran, terutama di Amerika, atas kematian Osama bin Laden, saatnya semua pihak mulai berpikir lebih jernih: Apakah dunia akan lebih aman setelah Osama dibunuh? Apakah Amerika mulai lebih ramah kepada warganya yang muslim? Sudah kah pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara yang berafiliasi dengannya dimana umat Islam berdomisili memberikan kebebasan atas hak dan kewajiban muslim terhadap syariat agamanya?
Pertanyaan mengenai masa depan dunia setelah Osama meninggal adalah pertanyaan semua orang saat ini. Dan, jawaban atas pertanyaan itu haruslah jelas, tidak abu-abu, agar kita bisa menakar kehidupan selanjutnya,sekali lagi tidak ada tawar menawar: bertambah baik atau buruk?
Sayangnya, jawaban yang bisa diberikan mungkin tidak akan sebaik yang kita inginkan. Dunia belum tentu akan bertambah baik, sepanjang akar dari masalah munculnya radikalisme dan terorisme tak terselesaikan.
Ketidakadilan dan ketimpangan pembangunan ekonomi global adalah dua soal yang menjadi penyebab munculnya kelompok radikal. Apabila kedua masalah ini masih berlangsung seperti saat ini, mudah untuk diperkirakan dunia belum akan aman.Bahkan yang ada kesemuan belaka. Keadilan semu!!!
Sepanjang Amerika masih menerapkan politik invasinya terhadap negara-negara kecil atau negara yang dianggap representasi dunia Islam, yang berseberangan dengannya dalam "perang melawan teroris global",mudah untuk meramalkan akan muncul kelompok penentangnya dan itu tak harus selalu Al Qaeda.
Bahkan otoritas keamanan Amerika sendiri meyakini hal ini. Seperti ditulis Huffingtonpost.com, pihak keamanan Amerika percaya kelompok-kelompok yang lebih kecil dan tak terkait langsung dengan Al Qaeda bisa menjadi ancaman keamanan negara itu saat ini.
Di Indonesia sendiri sudah terbukti adanya kelompok yang lebih kecil dan melakukan teror secara mandiri. Memang rangkaian serentetan teror bom yang terjadi di tanah air tidak lah seluruhnya terkait dengan jaringan Al Qaeda,itu hanyalah konsumsi media konvesional dalam membangun opini tentang Islam agar lebih buruk.
Dan yang lebih penting lagi adalah apakah Amerika masih akan menganggap warga negaranya sendiri yang beragama Islam sebagai warga yang patut dicurigai sebagai teroris, paling tidak simpatisan teroris, dan karenanya diperlakukan tidak sebagaimana mestinya? Bahkan berbau rasisme.
Sepuluh tahun lamanya, warga muslim Amerika menerima perlakuan seperti itu, maka tak heran seorang warga Amerika keturanan Palestina bernama Linda Sarsour menulis di Twitternya, seperti dikutip Huffingtonpost dari Associated Press: "Osama bin Laden sudah meninggal. Bagus, sekarang kembalikan identitas (Islam) saya."
Sarsour mewakili perasaan semua muslim Amerika yang selama ini terpaksa menyembunyikan identitasnya karena takut dicap teroris atau mendukung teroris.
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar. (QS. 25:52)
Merangkai kata dengan CINTA......dunia akan semakin berarti untuk diraih
Sumber : Inilah.com dengan sedikit penambahan
Kamis, 21 April 2011
Hati-Hati Adu Domba Terorisme
Pasca teror bom di masjid Mapolresta Cirebon, muncul isu susulan yang sangat tak terkendali di kalangan umat Islam. Ketidakbecusan pihak keamanan menangani teror pun membuat akar masalah dari maraknya teror bom di negeri ini menjadi bias tak tentu arah. Saling curiga antar sesama umat dan ormas Islam pun mulai muncul.
Kita prihatin dengan reaksi berlebihan dari tokoh Islam, apalagi ditujukan untuk sesama ormas Islam. Mungkin, ada hal yang melatarbelakangi munculnya pernyataan Ketua PBNU, Said Aqil Siradj di beberapa media massa yang meminta umat Islam mewaspadai yayasan-yayasan yang mendapat dana dari Arab. Karena menurutnya ada penyebaran teologi kekerasan dari kelompok-kelompok di Arab melalui yayasan tersebut.
Sumber: eramuslim.com
Sayangnya, Said Aqil tidak menyebut contoh yayasan yang biasa didanai Arab dan memang terbukti melakukan transformasi teologi kekerasan di Indonesia. Di sinilah akhirnya, tafsiran liar yang boleh jadi mengarah pada saling curiga antar sesama ormas Islam menjadi sulit dielakkan. Karena ucapan tersebut bersumber dari seorang ketua umum ormas besar di negeri ini dan mempunyai jaringan kepengurusan di seluruh Indonesia.
Mestinya yang menjadi perhatian dan kajian tokoh Islam dan ormas Islam saat ini adalah pada akar masalah: kenapa terorisme tumbuh subur di Indonesia dan tidak demikian di negeri lain seperti Malaysia, Brunei, dan Arab serta Mesir sekalipun. Terorisme yang terjadi di belahan negeri muslim lebih karena kondisi perang di negara tersebut, seperti Irak, Afghanistan, dan Palestina.
Di antara akar masalah tumbuh suburnya terorisme di negeri ini, antara lain, persoalan kemiskinan rakyat Indonesia yang mayoritas muslim, mahalnya biaya pendidikan, kecenderungan tokoh Islam yang ingin menjadi politisi sehingga mengabaikan pendidikan umat, dan pendekatan keamanan negeri ini yang kacau balau.
Bantuan pendanaan Arab ke yayasan-yayasan Islam di negeri ini bukan hal baru dan sama sekali tidak menjurus hal yang negatif. Bahkan mungkin sebagian yayasan Islam yang berafiliasi ke NU di daerah juga pernah mendapat bantuan pendanaan dari Arab. Dan hal ini sebagai sebuah kewajaran karena Islam tidak mengenal sekat negara, saling bantu antara sesama umat Islam dunia sudah menjadi ciri khas positif.
Sekali lagi, terorisme adalah momok di negeri ini, dan akhirnya mencoreng wajah Islam. Menjadi tugas besar para tokoh dan ormas Islam untuk memperbaiki akar masalah yang kian rusak itu. Dan bukan menghembuskan hawa saling curiga.