Sains dan Teknologi

Senin, 27 September 2010

Angin Yang Membelah Laut Merah Buat Nabi Musa A.S

Washington, AS (ANTARA/Reuters) - Angin dari timur yang berhembus kencang dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang tertulis pada kitab suci agama Samawi, kata para ilmuwan Amerika Serikat, Selasa.

Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan air laut sehingga mencapai dasar lautan dan membentuk laguna, kata kelompok peneliti di Badan Nasional Penelitian Atmosfir dan Universitas Colorado di Boulder.

"Simulasi tersebut hampir cocok dengan bukti pada rombongan Musa," kata pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari NCAR.

Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes, kemudian kembali mengalir seperti semula.

Menurut tulisan dari kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS. memimpin umat Yahudi keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun yang lalu. Laut Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan Musa melintas dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara Firaun.

Drews dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari Samudera Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di laut dalam.

Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania yang diduga menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk tanah yang berbeda karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai lautan yang terbelah.

Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini memperlihatkan angin berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar dua meter.

"Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan lebar sejauh lima kilometer yang terbelah selama empat jam," kata mereka di dalam Jurnal Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.

"Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu, membayangkan bahwa hal itu terjadi secara nyata," kata Drew menambahkan bahwa penelitian ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut berdasarkan hukum fisika.










Jumat, 24 September 2010

Bergesernya Mesjid Jami` Al-Falah Tasikmalaya ke Arah Barat


Buat uang dibisnis VEMMABUILDER sekarang juga dengan menjelajahi situsnya klik disini


TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Lantai dasar keramik dan tiang di dalam Masjid Jami Al-Falah, Kampung Tundagan, Keluarahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (22/9/2010) malam, bergeser dengan sendirinya.

Pengurus DKM tersebut, Sariful Gaos, mengatakan pergeseran itu tampak jelas terlihat dari lantai dasar masjid yang sebelumnya sudah bergeser sejak empat hari lalu, kemudian kembali terjadi bergeser seperti semula.

Warga sebelumnya tidak percaya, namun karena ini memang keajaiban akhirnya melalui pengeras suara diberitahukan kepada seluruh warga hingga berdatangan ke dalam masjid.

"Terlihat kembali bergesernya sekarang, berubah lagi seperti semula," katanya. Masjid di pinggiran Jalan Tundagan itu dibangun tahun 1989. Berdasarkan pengakuan warga, masjid kembali bergeser seperti semula usai para jemaah menunaikan shalat Isya.

Peristiwa bergesernya masjid itu, hingga menjelang tengah malam warga yang sekadar ingin melihat keajaiban alam tersebut masih memadati kawasan masjid.

Pengakuan warga dan pengurus masjid, tidak ada material bangunan masjid yang mengalami kerusakan atau keretakan dari pergerakan itu, kecuali keretakan bekas gempa Tasikmalaya 2 September 2009.

Warga setempat, Uun (60) mengatakan, pergeseran masjid itu terlihat dari deretan keramik yang arah garisnya bergeser kesamping serta empat tihang berbentuk persegi dalam masjid itu dua diantaranya bagian dinding tihang terlihat sudutnya bergeser.

"Karena tidak percaya bergeser, saya buka karpetnya dan terlihat keramik itu miring ke bagian selatan dan bergeser ke barat," katanya.

Bahkan warga yang mendatangi masjid tersebut tampak keheranan dan sebagian warga mengaku merinding mendengar dan melihat langsung lantai dan tihang masjid bergeser dari sudut yang biasa warga melihatnya sejak awal pembangunan.

"Terlihat bergesernya itu dari lantai dan tihang dalam masjid melilit ke samping," kata salah seorang warga setempat Ny Yuyun yang datang bersama anaknya.

Top of Form